Hari ini pertahanan hatiku jebol lagi. Aku gak bisa lagi menahan air mataku yang mengalir begitu saja setelah mengantarkan suamiku berangkat ke kantor. Rasanya kesedihan hatiku yang tertahan sejak semalam tadi ingin aku luapkan sejadi jadinya dengan menangis pagi ini.Kenapa bisa begitu?
Semua berawal dari beberapa hari kemarin. Sudah beberapa hari ini aku merasakan tanda-tanda itu. Meriang, panas- dingin, sering kecapekan, badan pegel2, perut bawah mulas dan payudara sensitif. Aku gak mau berpikir jauh dulu karena selama ini sudah berkali2 aku merasakan tanda2 itu, toh akhirnya gak jadi juga.Aku gak mau jadi kecewa lagi. Tapi semakin hari apa yang aku rasakan pada fisikku membuat aku mulai berharap lebih, apalagi tamu bulanankku sudah gak datang lewat dua hari. Lagipula suamiku yang melihat aku mulai minta makanan yang aneh2 seperti rujak dan tahu tek (yang susah ditemukan di sekitar daerah sini) selalu mengatakan jangan2 hamil ya? Dan kemarin, hari aku pas telat 2 hari, aku merasakan yang gak pernah aku rasakan sebelumnya yakni sakit maag yang luar biasa. Memang sejak semalem sebelumnya aku udah merasa meriang tidak karuan, tapi aku pikir mungkin aku kecapekan dan makan telat di acara malam 17-an dan resepsi kemarin. Lagian, besoknya aku juga langsung ikut senam seperti biasa di fitness.Akhirnya, suamiku menyuruh aku untuk istirahat saja dan tidak sembarangan minum obat takutnya kalo beneran hamil.Wis, pokonya hari itu pikiran kami berdua penuh rancangan indah kalo bener2 jadi punya baby, sampai2 kita berdebat tentang planning pulang ngasih kabar ortu juga. Tapi aku memang masih mau nunggu sampai 1 minggu dulu baru test pack.Bisa kebayang kan, gimana bahagianya kami kalo bener2 punya baby, setelah 2 tahun menunggu?
Hari kedua telat, malem, jam 12 aku terbangun dari tidur, karena aku merasa lambungku gak bisa kompromi. Aku bangun menuju ke kamar mandi dan, yah... ternyata aku dapet.Sebenarnya malam itu aku udah mempersiapkan hati untuk tidak kecewa, jadinya aku biasa aja mengetahui kalo aku gak jadi hamil. Aku juga dengan tenangnya bisa ngasi tau suamiku lalu ngambil camilan untuk mengganjal perutku yang mulai terasa gak karuan karena maag. Setelah makan bentar, minum obat maag lalu aku tidur lagi, tanpa beban apapun.Ternyata keesokan harinya, hari ini, perasaanku udah berubah. Sekuat2nya aku, ternyata aku harus menitikkan air mata untuk kesekian kalinya karena ternyata mimpiku belum menjadi nyata. Aku harus berusaha lagi, bersabar lagi, berdo'a lagi sampai waktu yang tidak dapat ditentukan...
0 komentar:
Poskan Komentar