Akhir2 ini aku punya hobi baru, yakni mengkoleksi tanaman hias Euphorbia. Awalnya sih gak sengaja. Suamiku yang datang dari luar kota membawakan oleh2 tanaman Euphorbia. Tanggapanku sih biasa aja soalnya tanaman itu emang lagi ngetrend dijual di kios2 tanaman hias. Di Sidoarjo juga banyak, kataku. Apalagi kondisi rumahku juga belum memungkinkan untuk memelihara tanaman hias (meskipun sejak dulu aku sendiri sebenarnya suka berkebun), karena emang lahannya yang sempit.
Seperti biasanya aku sering melewati kios2 tanaman hias saat sedang di jalan bersama suamiku. Tapi mataku gak bisa lepas dari deretan tanaman Euphorbia yang ternyata warnanya ada beraneka ragam. Beberapa waktu yang lalu aku mendapat informasi dari internet, bahwa Euphorbia dikenal sebagai tanaman pembawa hoki, karena kelopak bunganya membentuk angka delapan (angka keberuntungan untuk etnis Tionghoa). Selain sebagai tanaman hias ada juga beberapa varietas yang biasa dijadikan tanaman obat. Apalagi para tetanggaku juga mulai gemar menanam Euphorbia di rumahnya. Sejak saat itu aku mulai menaruh perhatian pada bunga yang telah dibelikan oleh suamiku. Seiring dengan waktu, setelah aku merawatnya dengan tekun, mulai muncul bunga2 warna kuning dengan semburat warna oranye yang menggerombol. Ternyata indah juga lho dilihat.
Aku pun mulai tertarik untuk hunting tanaman hias yang satu ini dengan warna2 kelopak bunga yang berbeda. Tapi bukan karena percaya kalo bunga itu pembawa hoki lho! Just karena bunganya yang bagus. Eh, ternyata suamiku mendukung juga lho kegemaranku ini. Beberapa kali keluar kota dia membelikan aku lagi bunga Euphorbia, tapi yang warna bunganya ijo dan pink. Ternyata harganya lumayan mahal, sekitar 20-30 ribuan.Padahal kata tetanggaku, dia bisa beli dengan harga 5 ribuan. Aku pun jadi penasaran kok harganya bisa terpaut jauh begitu.
Akhirnya aku hunting sendiri di Sidoarjo.Dan akhirnya setelah bertanya2 pada penjualnya, aku mulai tahu ternyata yang membedakan harganya adalah besar kecilnya tanaman dan juga warna kelopak bunganya. Warna2 bunga yang polos cenderung lebih mahal karena hasil persilangan yang diimpor dari luar negeri. Varietasnya juga ada lebih dari 2000 jenis. Walaupun begitu, hal itu tetap tidak dapat mengurangi niatku untuk mengkoleksi tanaman hias ini. Habis sudah terlanjur jatuh hati sich! Aku mengakalinya dengan hanya membeli tanaman2 yang masih kecil. Selain lebih murah juga menghemat tempat. Kalo ada dana lebih lagi aku rencananya akan hunting Euphorbia dengan warna yang berbeda lagi.
Aku pun mulai tertarik untuk hunting tanaman hias yang satu ini dengan warna2 kelopak bunga yang berbeda. Tapi bukan karena percaya kalo bunga itu pembawa hoki lho! Just karena bunganya yang bagus. Eh, ternyata suamiku mendukung juga lho kegemaranku ini. Beberapa kali keluar kota dia membelikan aku lagi bunga Euphorbia, tapi yang warna bunganya ijo dan pink. Ternyata harganya lumayan mahal, sekitar 20-30 ribuan.Padahal kata tetanggaku, dia bisa beli dengan harga 5 ribuan. Aku pun jadi penasaran kok harganya bisa terpaut jauh begitu.
Akhirnya aku hunting sendiri di Sidoarjo.Dan akhirnya setelah bertanya2 pada penjualnya, aku mulai tahu ternyata yang membedakan harganya adalah besar kecilnya tanaman dan juga warna kelopak bunganya. Warna2 bunga yang polos cenderung lebih mahal karena hasil persilangan yang diimpor dari luar negeri. Varietasnya juga ada lebih dari 2000 jenis. Walaupun begitu, hal itu tetap tidak dapat mengurangi niatku untuk mengkoleksi tanaman hias ini. Habis sudah terlanjur jatuh hati sich! Aku mengakalinya dengan hanya membeli tanaman2 yang masih kecil. Selain lebih murah juga menghemat tempat. Kalo ada dana lebih lagi aku rencananya akan hunting Euphorbia dengan warna yang berbeda lagi.





0 komentar:
Poskan Komentar