Minggu, 22 Februari 2009

Makanan Kecil Masa Kanak-Kanak

Kemarin setelah aku melihat tayangan Tepi Jaman di TVOne tentang makanan anak2 yang sudah mulai langka dan berkurang penggemarnya, tiba-tiba saja aku jadi ingin menulis tentang makanan2 kecil yang nge-trend waktu aku masih kecil. Sekedar mereview ke masa lalu menurutku sih, makanan2 waktu itu unik2, berbeda sekali dengan makanan anak2 sekarang yang sudah berkembang menjadi berbagai macam jenisnya dan malah cenderung menjurus ke junk food. Waktu itu aku belum mengenal yang namanya sosis, tempura, burger, kentang goreng ala frech fries ataupun tahu crispy yang sekarang ini dengan mudah kita temui di pinggir2 jalan. Makanan2 seperti itu sangat disukai oleh anak2 jaman sekarang, juga anak2 jaman sekarang seperti keponakan2ku yang masih anak2.



Makanan2 yang aku temui di zaman aku masih kecil diantaranya:


1. Arum Manis


Makanan ini terbuat dari gula pasir yag diolah sedemikian rupa dengan mesin pemutar sehingga menghasilkan serat2 seperti kapas dan untuk membuat lebih menarik biasanya ditambahkan pewarna berwarna merah, dan dijual dalam kantung2 plastik gembung yang besar. Tapi tidak jarang juga ada pedagang keliling yang menjual kemasan kecil dengan hanya dibungkus kertas koran. Dulu aku sering sekali meminta dibelikan arum manis saat melihat pameran di Bojonegoro. Kalo makanan ini aku rasa masih banyak peminatnya dan sekarang masih bisa ditemui di sekitar alun2 Sidoarjo.


2. Rangin


Bahannya mirip dengan kue serabi, berasa asin gurih dan biasanya dibakar dalam cetakan  kecil2 yang berderet 4.Kalo yang ini, dulu aku sering beli di depan sekolah SDku. Terakhir aku menemui penjual kue ini adalah di perumahan tempatku tinggal sekarang ini. Tapi gak tau kenapa sekarang ini si penjual gak pernah lewat lagi. Mungkinkah krn penggemarnya sudah tidak ada  lagi ya?


3.Leker


Kue ini nama bekennya sekarang adalah crepes. Tapi cara pembuatan dan bahan2nya sangat sederhana. Biasanya berasa manis dengan taburan gula pasir dan irisan pisang. Dulu aku juga suka membelinya di depan sekolah SD, juga saat aku kuliah krn mangkalnya di mulut gang tempatku nge-kost. Kalo sekarang setidaknya aku masih menemui seorang penjualnya mangkal di perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo.


4. Telor cicak


Kalo yang ini termasuk jajanan warung. Bentuknya bulat2 kecil sebesar telor cicak, berkulit keras dan berwarna-warni, isinya kacang kedelai.  Kalo dipikir makanan ini sebenarnya bergizi juga (bahannya kedelai) tapi waktu itu aku sama sekali gak suka dengan isinya. Dulunya sih aku suka beli makanan ini pertama karena warnanya itu, kedua karena ada hadiahnya (dasar anak kecil), diantaranya yg msh kuingat adalah sepasang anting2 plastik berwarna putih.


4. Pil Strawberry dan Cokelat


Ini juga termasuk jajanan warung. Sebenarnya makanan ini adalah permen  gula serbuk tapi dibentuk seperti pil kecil2 berwarna pink (rasa strawberry) dan coklat (rasa cokelat), kalo dimakan cepat sekali larutnya.  Kalo ini sering aku temui di warung belakang SD.


5. Es Lilin


Karena dulu yang punya lemari es sangat langka, maka jajanan seperti es lilin ini sangat laris manis. Bahannya bermacam2 seperti air teh, air jeruk, sari kacang hijau, atau susu cokelat yang dimasukkan dalam kantung es kemudian dibekukan dalam lemari es. Aku sering menemuinya di kantin SD atau di warung dekat rumah. Sekarang ini es lilin sudah tidak nge-trend lagi, tergantikan oleh es2 buatan pabrik. I missed this food so much!


6. Koya


Kalo gak salah makanan ini namanya Koya atau apa ya (aku sendiri agak lupa2 ingat). Bahannya dari serbuk kacang hijau yang dicetak kotak2 kecil dan diatasnya diberi cap gambar warna-warni. Waktu itu makanan ini juga sudah cukup langka karena aku sulit sekali menemuinya di warung2.


7.Jipang


Kalo yang ini bahannya dari beras ketan, kering tapi agak lengket dan berasa manis. Untuk cara pengolahannya aku kurang tahu. Biasanya dijual dalam bentuk potongan kotak2 kecil. Makanan ini masih bisa kok kita temui, diantaranya diproduksi di daerah Pasuruan. Terakhir aku makan makanan ini adalah waktu dibawain oleh2 suamiku dari Pasuruan.


Yang diatas tadi adalah sekilas beberapa makanan kecil yang masih ada dalam ingatan masa kecilku. Sangat disayangkan memang, karena kalo dilihat dari bahan dasarnya sebenarnya sangat sederhana dan bergizi, tapi makin lama tergerus oleh zaman. Sampai sekarang dimanapun aku bisa menemui penjual makanan ini sebisa mungkin aku akan membelinya karena selain untuk mengenang masa kecil, setidaknya aku pgn membantu para penjualnya yang secara ekonomi tergolong tidak mampu (berdasarkan pengalaman pribadi).


Selengkapnya......

Senin, 19 Januari 2009

All About My Little Pussy Cats


Aku benar2 tidak menyangka akan memelihara kucing lagi di tempat tinggalku yang baru ini. Tapi gara2 keprihatinan terhadap nasib kucing liar di sekitar rumah, akhirnya aku dan suamiku jadi memiliki binatang peliharaan lain selain ikan, yaitu kucing. Sejak dulu aku memang memelihara kucing tapi di rumah orangtuaku di Bojonegoro. Bahkan sudah sejak sebelum aku lahir, keluargaku terbiasa memelihara kucing di rumah. Jadi tidak heran kan, kalo aku sangat menyukai binatang yang satu ini. Tapi sejak aku merantau untuk kuliah, bekerja dan akhirnya menikah, otomatis aku sudah tidak lagi memelihara dan bertemu dengan kucing kesayanganku lagi.Terkadang saat pulang kampung ke Bojonegoro, salah satu yang ingin aku temui adalah kucingku yang tinggal satu2nya  (setelah beberapa generasi turun-temurun) yang menemani ibuku dengan setia di rumah.Tapi saat terakhir aku pulang kemarin (liburan tahun baru 2008), ibuku mengatakan kucing terakhirku telah mati. Memang aku sedih tetapi sekarang aku sudah punya peliharaan kucing lagi di rumahku yang baru.



Sebenarnya gak bisa dibilang memelihara sih, karena awalnya kami berdua cuma iseng menyelamatkan seekor kucing dari anak2 kecil. Loh kok anak2 kecil? iya, perlu diketahui oleh teman2 pembaca bahwa anak2 kecil di sekitar perumahanku ini termasuk sangat nakal. Kalo melihat kucing lewat langsung dilempari batu, dipukul pake kayu atau dijerat lehernya dengan tali rafia. Dan jika kita tegur atau kasih tahu gak mau mendengar.Saya sendiri tidak habis pikir dengan orangtua mereka. Sepertinya tidak pernah mengajari anak2nya untuk menyayangi binatang. Kucing yang malang itu kemudian diberi makan oleh suamiku. Waktu itu di rumah cuma ada satu kresek ikan teri yang biasanya aku pake untuk campuran masakan. Setelah itu kucing itu dibiarkan di luar rumah. Akhirnya hal ini menjadi rutinitas kami setiap harinya untuk memberi makan si kucing dan hal itulah yang mungkin membuat si kucing jadi lebih jinak dan betah di rumah kami.Setiap pagi setelah mematikan lampu jalan, si kucing selalu sudah menanti di depan pintu rumah untuk dikasih makan, dan setiap sore saat suamiku pulang kantor si kucing pasti berlari2 mengikuti sepeda motor suamiku dari belakang, juga untuk diberi makan. Akhirnya setelah beberapa lama aku merasa kucingku itu hamil. Suatu hari suamiku melihat gelagat si kucing yang aneh: mengeong2 seperti kesakitan dan seakan minta ditemani (aku bilang mungkin itu tanda mau melahirkan). Tapi karena tidak ingin rumah menjadi kotor, kucing itu akhirnya dikeluarkan dari rumah. Beberapa hari sesudah itu, si kucing menghilang. Eh tanpa disangka2 ternyata si kucing telah melahirkan anaknya di atas plafon rumah kami tepatnya plafon kamar mandi.


Karena lokasi yang sulit dijangkau, akhirnya kami membiarkan saja si induk kucing dan anak2nya berada di plafon. Toh, kami merasa hal itu jauh lebih aman daripada  si kucing berada di tanah karena pasti akan dikerjai lagi oleh anak2 tetangga yang iseng.Setelah sekian lama (aku gak tau udah berapa bulan) anak2 kucing itu muncul di  tembok pembatas rumah yang tidak terlalu tinggi, dan dengan menggunakan tangga akhirnya anak2 kucing yang lucu itu berhasil kami turunkan. Pada mulanya sih anak2 kucing itu ketakutan, tapi karena induknya terbiasa ke rumah kami untuk diberi makan dan bermanja2 lama kelamaan mereka menjadi jinak juga. Sejak saat itu jadilah mereka hewan peliharaan kami yang baru dan cukup menghibur di sela2 waktu luang kami.  Tapi tentu saja ada akibatnya setelah kucing2 kecil itu kami turunkan, salah satunya taman bunga yang baru saja aku buat di halaman depan rumah hancur karena dibuat mainan oleh anak2 kucingku, belom lagi gorden dan sofa yang penuh bekas cakaran kucing. Tapi bagi kami gak mengapa, asalkan bisa menolong dan menyayangi hewan2 itu. Bukankah menyayangi hewan juga akan mendapat pahala? Btw, kami belum ngasih nama untuk anak2 kucing itu. Selama ini cuma dipanggil puss aja udah berdatangan (ya iyalah.. kucing gitu loh..) Ada yang punya usul??

Selengkapnya......

Senin, 13 Oktober 2008

Weekend yang Melelahkan

Sabtu-Minggu kemarin adalah hari yang melelahkan buat aku dan suamiku. Pasalnya, masku sekeluarga dari Gresik datang berkunjung dan menginap di rumahku. Untungnya aja aku masih ada sisa kue tape keju, makanan kecil dan ketupat yang aku bikin kemarin. Lauknya tinggal ku siapkan ayam bumbu rujak sama kerupuk.Eh, ternyata kakakku datang dengan membawa satu kresek nasi krawu bungkus. Yah akhirnya masakanku dibuat lauk sarapan untuk Hari Minggunya.


Seperti biasa dua keponakanku ikut dengan membawa laptopnya. Mereka minta dicekkan laptopnya yang kena virus dan diajari internet karena di rumahku langganan speedy. Maklumlah, orang tuanya dari generasi lawas yang kurang mengikuti perkembangan teknologi. Akhirnya suamiku menginstallkan antivirus baru, dan sambil menscan juga mengupdate program microsoft officenya. Kemudian tinggal giliranku menginstallkan game2 baru yang udah aku carikan kemarin. Setelah itu, aku dan suamiku mengajari mereka membuat email, kirim email, membalas email, browsing dengan google, membuat account friendster, juga download mp3 dari internet. Bosan dengan internet, mereka berdua beralih untuk bermain game. Keponakanku cowok bertanding sepakbola dengan suamiku menggunakan play station 2, sementara aku menemani keponakanku yang cewek main game di laptopnya. Dia minta untuk dijelaskan cara bermainnya sekaligus menterjemahkan kata2 bahasa Inggris yang ada di game itu. Akhirnya kami menghabiskan malam minggu dengan bermain game hingga larut malam, sementara kedua orangtuanya udah tertidur duluan.

Keesokan harinya, kegiatan masih berlanjut dengan bermain game. Kedua keponakanku kayak gak ada bosan dan capeknya sementara aku dan suamiku merasa sangat kelelahan. Siangnya, aku dan suamiku mengajak mereka untuk wisata kuliner mencoba masakan lontong kupang di dekat pasar soko yang terkenal. Waktu kami datang, ramenya bukan main sampe2 kami harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan tempat duduk. Ternyata citarasa masakan lontong kupang di situ sesuai dengan selera masku dan kakak iparku. Masku sampai tambah satu piring lontong kupang lagi sedangkan kakak iparku tambah dua porsi sate kerangnya. Bahkan sewaktu pulang kakak iparku masih membungkus lagi beberapa porsi sate kerang untuk dimakan di rumah. Mereka baru pulang ke Gresik setelah sholat Maghrib. Tiba waktunya untuk merapikan rumah yang berantakan seelah ada tamu. Tapi akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk tidur lebih awal karena merasa sangat lelah setelah menemani kedua keponakanku seharian bermain game.
Selengkapnya......

Game Hunting

Akhir-akhir ini aku lagi senang2nya berburu game PC di internet. Bukan game yang susah2 sih, cuma mini games keluaran gamehouse atau big fish. Sebenarnya udah lama sekali aku gak menyentuh game PC karena udah punya kegemaran lain. Oleh karena itu game yang aku miliki gak update dan sebagian juga udah aku uninstall dari komputer. Gara-garanya keponakanku cewek di Gresik selalu tanya padaku punya game baru gak buat laptop barunya. Maklumlah dia sangat suka main game, gak cuma di komputer tapi juga di handphone (HPku yang selalu jadi korbannya untuk dibuat mainan sampai batereynya habis). Karena CD game yang lama udah banyak yang bosan dimainkan jadilah aku mencari game2 baru yang gratisan di internet. Bukannya aku gak mau membeli lho, tapi aku barusan dapet pengalaman gak enak waktu beli CD Gamehouse. Waktu aku liat isinya cuma satu game aja padahal di covernya ada tulisan beberapa game. Udah gitu waktu diinstall gak disertakan serial numbernya jadinya sama aja cuman trial.


Dengan bantuan Om Google akhirnya aku menemukan beberapa link untuk game yang full ataupun yang udah di-crack juga link yang berisi serial number untuk unlocking trial versionnya game2 itu sehingga bisa menambah koleksi game yang akan aku kasih ke keponakanku. Game2 yang aku carikan untuknya kebanyakan yang sifatnya mendidik dan cewek banget karena dia emang sangat feminin banget, seperti pageant princess( game mendandani para peserta kontes kecantikan), home sweet home 2 (game tentang ngatur2 interior rumah), farm frenzy 1 & 2 (game tentang mengelola peternakan dan mengolah hasil2 produksinya), jojo fashion show (game ganti2 baju buat fashion show), dinner dash hometown hero (game melayani pelanggan yang mau beli makanan), dairy dash (game mengelola peternakan), feeding frenzy 2( game tentang rantai makanan kehidupan laut), fish tycoon( game melihara dan merawat ikan sampai menjualnya), plant tycoon( sama kayak fish tycoon cuma obyeknya tanaman), cooking academy (game tentang memasak dan menyiapkan makanan), cake mania( game membuat kue dan melayani pembeli kue), secret garden (game melihara kebun bunga dan menjual hasilnya), pizza chef (game jualan pizza), dan masih banyak lagi.

Eh ternyata hasil downloadku itu gak cuma bikin ponakanku senang tapi juga bikin aku tertarik lagi untuk main game di komputer. Yah mungkin karena game2nya emang belum pernah aku mainkan, jadinya penasaran banget untuk tahu hasil akhirnya. Bermain game ternyata memberikan hiburan yang menyenangkan tidak hanya bagi anak2 tapi juga buat orang dewasa sepertiku. Selain itu juga merupakan salah satu cara memberikan pengetahuan, melatih kecermatan, dan kecepatan berpikir untuk anak2.
Selengkapnya......

Kamis, 09 Oktober 2008

Sekedar Nengok Blog

Tak terasa udah lama seminggu lebih aku gak menulis di blog, padahal sebenarnya ada banyak sekali cerita saat perjalanan mudik hingga balik ke Sidoarjo. Tapi apa daya, memang aku sangat sibuk semenjak pulang balik sehingga baru kali ini aku bisa menengok blogku lagi.Apalagi aku juga masih dalam masa penyembuhan dari sakit flu yang aku dapatkan sewaktu pulang ke kampung halaman. Yah salahku sendiri sih yang nekad minum es yang dibeli di luar padahal kondisiku waktu itu lagi kecapekan karena baru datang mudik dari Sidoarjo.

Sejak datang, aku sudah disibukkan dengan menguras akuarium yang airnya udah gak karuan, bersih2 rumah dari lantai atas hingga halaman rumah yang kotornya minta ampun, ambil barang di rumah kakak iparku di kota dan cuci2 baju yang seabrek banyaknya. Dua hari berikutnya aku disibukkan dengan pergi ke laundry, ke bank, ke kantor telkom, belanja bulanan sampai ngurus kartu kuning. Untungnya saja pada waktu itu suamiku masih cuti sehingga bisa dilakukan bersama-sama. Sementara dua hari ini aku sibuk memasak ketupat. Baru kali ini lho aku masak sendiri (cuma pake metode trial n error), pake presto lagi gak pake dandang yang ngrebusnya ampe 5 jam, tapi ternyata hasilnya sukses banget!Sementara lauknya berasal dari bahan2 yang sebagian aku beli dari pasar dan juga bawaan dari Bojonegoro.Yah mungkin itu aja sekilas cerita dari aku pasca balik dari kampung halaman.
Selengkapnya......