Kemarin setelah aku melihat tayangan Tepi Jaman di TVOne tentang makanan anak2 yang sudah mulai langka dan berkurang penggemarnya, tiba-tiba saja aku jadi ingin menulis tentang makanan2 kecil yang nge-trend waktu aku masih kecil. Sekedar mereview ke masa lalu menurutku sih, makanan2 waktu itu unik2, berbeda sekali dengan makanan anak2 sekarang yang sudah berkembang menjadi berbagai macam jenisnya dan malah cenderung menjurus ke junk food. Waktu itu aku belum mengenal yang namanya sosis, tempura, burger, kentang goreng ala frech fries ataupun tahu crispy yang sekarang ini dengan mudah kita temui di pinggir2 jalan. Makanan2 seperti itu sangat disukai oleh anak2 jaman sekarang, juga anak2 jaman sekarang seperti keponakan2ku yang masih anak2.
Makanan2 yang aku temui di zaman aku masih kecil diantaranya:
1. Arum Manis
Makanan ini terbuat dari gula pasir yag diolah sedemikian rupa dengan mesin pemutar sehingga menghasilkan serat2 seperti kapas dan untuk membuat lebih menarik biasanya ditambahkan pewarna berwarna merah, dan dijual dalam kantung2 plastik gembung yang besar. Tapi tidak jarang juga ada pedagang keliling yang menjual kemasan kecil dengan hanya dibungkus kertas koran. Dulu aku sering sekali meminta dibelikan arum manis saat melihat pameran di Bojonegoro. Kalo makanan ini aku rasa masih banyak peminatnya dan sekarang masih bisa ditemui di sekitar alun2 Sidoarjo.
2. Rangin
Bahannya mirip dengan kue serabi, berasa asin gurih dan biasanya dibakar dalam cetakan kecil2 yang berderet 4.Kalo yang ini, dulu aku sering beli di depan sekolah SDku. Terakhir aku menemui penjual kue ini adalah di perumahan tempatku tinggal sekarang ini. Tapi gak tau kenapa sekarang ini si penjual gak pernah lewat lagi. Mungkinkah krn penggemarnya sudah tidak ada lagi ya?
3.Leker
Kue ini nama bekennya sekarang adalah crepes. Tapi cara pembuatan dan bahan2nya sangat sederhana. Biasanya berasa manis dengan taburan gula pasir dan irisan pisang. Dulu aku juga suka membelinya di depan sekolah SD, juga saat aku kuliah krn mangkalnya di mulut gang tempatku nge-kost. Kalo sekarang setidaknya aku masih menemui seorang penjualnya mangkal di perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo.
4. Telor cicak
Kalo yang ini termasuk jajanan warung. Bentuknya bulat2 kecil sebesar telor cicak, berkulit keras dan berwarna-warni, isinya kacang kedelai. Kalo dipikir makanan ini sebenarnya bergizi juga (bahannya kedelai) tapi waktu itu aku sama sekali gak suka dengan isinya. Dulunya sih aku suka beli makanan ini pertama karena warnanya itu, kedua karena ada hadiahnya (dasar anak kecil), diantaranya yg msh kuingat adalah sepasang anting2 plastik berwarna putih.
4. Pil Strawberry dan Cokelat
Ini juga termasuk jajanan warung. Sebenarnya makanan ini adalah permen gula serbuk tapi dibentuk seperti pil kecil2 berwarna pink (rasa strawberry) dan coklat (rasa cokelat), kalo dimakan cepat sekali larutnya. Kalo ini sering aku temui di warung belakang SD.
5. Es Lilin
Karena dulu yang punya lemari es sangat langka, maka jajanan seperti es lilin ini sangat laris manis. Bahannya bermacam2 seperti air teh, air jeruk, sari kacang hijau, atau susu cokelat yang dimasukkan dalam kantung es kemudian dibekukan dalam lemari es. Aku sering menemuinya di kantin SD atau di warung dekat rumah. Sekarang ini es lilin sudah tidak nge-trend lagi, tergantikan oleh es2 buatan pabrik. I missed this food so much!
6. Koya
Kalo gak salah makanan ini namanya Koya atau apa ya (aku sendiri agak lupa2 ingat). Bahannya dari serbuk kacang hijau yang dicetak kotak2 kecil dan diatasnya diberi cap gambar warna-warni. Waktu itu makanan ini juga sudah cukup langka karena aku sulit sekali menemuinya di warung2.
7.Jipang
Kalo yang ini bahannya dari beras ketan, kering tapi agak lengket dan berasa manis. Untuk cara pengolahannya aku kurang tahu. Biasanya dijual dalam bentuk potongan kotak2 kecil. Makanan ini masih bisa kok kita temui, diantaranya diproduksi di daerah Pasuruan. Terakhir aku makan makanan ini adalah waktu dibawain oleh2 suamiku dari Pasuruan.
Yang diatas tadi adalah sekilas beberapa makanan kecil yang masih ada dalam ingatan masa kecilku. Sangat disayangkan memang, karena kalo dilihat dari bahan dasarnya sebenarnya sangat sederhana dan bergizi, tapi makin lama tergerus oleh zaman. Sampai sekarang dimanapun aku bisa menemui penjual makanan ini sebisa mungkin aku akan membelinya karena selain untuk mengenang masa kecil, setidaknya aku pgn membantu para penjualnya yang secara ekonomi tergolong tidak mampu (berdasarkan pengalaman pribadi).




